Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

4 Alasan Orang Kaya di Dunia Menyimpan Uang di Bank Swiss

Saat nonton Drama Korea seringkali kita disuguhkan dalam drama ber-genre hukum, politik, misteri dengan scene orang-orang kaya menyimpan uang dalam jumlah besar di Bank negara Swiss. Hal ini bukanlah fiksi belaka, di dalam dunia nyata memang benar bahwa orang-orang kaya di berbagai belahan dunia suka menyimpan uang di negara Swiss. Mengapa demikian? Berikut 4 alasan orang kaya di dunia menyimpan uang di Bank Swiss selengkapnya.

Menyimpan Uang di Bank Swiss
Menyimpan Uang di Bank Swiss
Termasuk di Indonesia sendiri, banyak crazy rich memilih menyimpan kekayaan mereka di luar negri, negara Swiss salah satunya. Presiden Jokowi, pada tahun 2016 menyebut terdapat 11.000 triliun uang simpanan para crazy rich Indonesia yang kebanyakan dari kalangan pengusaha itu.

Menyikapi hal tersebut, akhirnya pemerintah RI menetapkan Tax Amnesty atau UU Pengampunan Pajak supaya uang para pengusaha-pengusaha kaya tersebut dapat kembali ke Indonesia.

Dengan Tax Amnesty, wal hasil pemerintah mampu menjaring ratusan ribu wajib pajak dan menarik triliunan dana para pengusaha Indonesia yang disimpan di luar negri.

Sejarah perjalanan bangsa kita juga masih memendam sebuah misteri yang berkaitan dengan bank yang ada di Negara Swiss. Fakta atau hoax belum bisa dipastikan, kabarnya − Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno juga memiliki uang simpanan di salah satu Bank Swiss yang merupakan hasil perjanjian dengan John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat pada masa itu.

Mengenai hal tersebut, barangkali perlu referensi lain. Namanya juga kabar-kabur. Tapi setidaknya dari pemaparan di atas menguatkan seberapa berkualitas bank-bank di negara Swiss.

Lantas, apa sih yang menjadikan orang-orang kaya di dunia suka menyimpan uang di sana? Di bawah ini akan kami paparkan selengkapnya.

4 Alasan Orang Kaya di Dunia Menyimpan Uang di Bank Swiss

1. Industri Perbankan yang Kuat

Alasan pertama adalah faktor industri perbankan yang kuat. Swiss terkenal lebih pengalaman dalam mengelola aset investasi yang mampu menarik minat para investor mancanegara. Diantaranya bunga yang kompetitif dan deposit mata uang asing dengan biaya murah.

Bagi nasabah, perbankan di negara Swiss menawarkan banyak fitur-fitur yang menguntungkan. Seperti penyimpanan multi mata uang, akses memasuki pasar eksklusif, akses bersifat global dalam melakukan transfer secara bebas tanpa ada batasan waktu dan portofolio yang kuat. Cara Menyimpan Uang di Bank Swiss pun tergolong cukup mudah bagi nasabah dari luar Swiss.

2. Berpengalaman Dalam Menangani Krisis

Seperti keterangan di awal, bahwa negara Swiss menjadi salah negara terbaik sebagai tempat penyimpanan uang. Selain pengawasan yang ketat, Swiss tercatat sebagai negara yang pandai dalam menangani krisis. Pengalaman tersebut telah diakui oleh investor di banyak negara sehingga negara ini memiliki kepercayaan (trust) cukup tinggi.

Biasanya, krisis ekonomi yang melanda suatu negara kebanyakan dimulai dari adanya krisis pada sektor keuangan. Pada kondisi krisis tersebut akan mengakibatkan para investor menjauh sehingga lambat laun akan berdampak terhadap minimnya lapangan pekerjaan sampai meningkatnya kemiskinan masyarakat.

3. Keamanan Sangat Ketat

Sebagai salah satu alternatif tujuan penyimpanan para pengusaha, Swiss dinilai sebagai negara dengan tingkat keamanan yang mumpuni guna menyimpan kekayaan atau aset, termasuk kerahasiaan pemilik bahkan bisa juga kekayaan dari hasil kejahatan.

Beberapa praktisi anti korupsi di Indonesia menjelaskan bahwa Swiss memang memiliki tingkat keamanan sistem perbankan yang sangat ketat. Sehingga tidak mengherankan ada dugaan tidak sedikit aset warga negara Indonesia yang kemungkinan tersimpan di Swiss dengan jumlah yang sangat besar.

4. Tarif Pajak yang Kompetitif

Disamping soal keamanan, Swiss memberikan tawaran tarif pajak yang relatif kompetitif, rendah kalau boleh dikatakan. Negara ini bahkan dalam beberapa kesempatan berani memberikan tarif pajak sebesar 0 % kepada para investor.

Beberapa sumber menyebutkan, memasuki tahun 2015 – negara Singapura menetapkan tarif Pajak Penghasilan sebesar 17 %, diikuti Hongkong sebesar 16,5 % dan Swiss 17,92 %. Sedangkan negara-negara Kepulauan Cayman berani sampai 0 % pungutan pajak perusahaan.

Maka tidak mengherankan negara-negara ini bisa disebut sebagai negara surga pajak.

Kira-kira begitulah yang menjadikan alasan mengapa negara Swiss menjadi pilihan terbaik bagi para pengusaha untuk menghindari pajak negara.

Jika kamu ingin mendapatkan informasi seputar tips dan trik bermanfaat, cara scan tanda tangan misalnya, silahkan mengunjungi kangizza.com. Disini kamu akan mendapatkan beragam informasi menarik lainnya.

1 comment for "4 Alasan Orang Kaya di Dunia Menyimpan Uang di Bank Swiss"

  1. alih-alih menyimpan di bank Swiss, Crazy Rich Trenggalek lebih memilih menyimpan uangnya di bawah bantal lengkap dengah plastik yang ada bawang putih sebagai penangkal Si Gundul, muehehe

    ReplyDelete